Legenda dan Sejarah Gunung Bromo


Legenda dan Sejarah Gunung Bromo | Asal Usul Gunung Bromo | Legenda Suku Tengger - menurut versi wisatabromotourmurah.com konon pada zaman kerajaan Majapahit diserang oleh musuk banyak warga yang lari dan kebingungan mencari tempat yang aman, dan ahirnya mereka banyak yang lari dari musuh ke kawasan gunung bromo dan lari ke bali. dan sampai saat ini ke dua tempat ini mempunyai kesamaan dengan sama - sama menganut agama Hindu.


http://www.wisatabromotourmurah.com/


Legenda dan Sejarah Gunung Bromo | mengapa Kawasan Gunung bromo ini disebut dengan Suku Tengger usut punya usut menurut beberapa sumber yang kami dapat bahwasanya suku tengger terseburt berasal dari cerita sejarah dengan romantisme Joko Seger dan Roro Anteng dan Gunung bromo dipercaya oleh masyakat sebagai Gunung Suci, meraka warga kawasan Gunung Bromo Menyebutnya Brahma dan Suku Jawa Menyebutnya Gunung Bromo.

Seanjang sejarah Dan legenda gunung Bromo bahwa menurut beberapa sumber di balik sebuah pertapaan yang dilakukan beberapa penduduk zaman dulu yang dilakukan di Puncak Gunung penanjakan lahirlah seorang anak titisan dewa yang cantik dan molek dizaman itu, maka anak putri yang lahir di puncak tersebut di beri Nama "RARA ANTENG" dan pada pertapaan yang lain istri seorang Brahmana atau pandhita lahir seorang yang gagah dan ganteng serta dalam kelahiran tersebut tangisannya sangat keras dan kencang sekali maka kemudian di Kasih Naman "JOKO SEGER".

Dari hari kehari bulan kebulan serat tahun ke tahun tubuh kedua anak tersebut semakin besar si Jogo Seger senmakin menunjukkan Ke gantengan dan Kegagahannya serta Si Rara Anteng juga semakin Cantik dan menunjukkan Di mata dunia bahwa ada Wanita cantik nan jelita serta kemudian Rara Anteng dan Joko Seger Memadu kasih.

Dibalik kecantikan Rara Anteng Banyak putra raja yang ingin melamarnya akan tetapi Rara Anteng Menolaknya dengan Alasan Rara Anteng Sudah terpikat hatinya Kepada sang Punggawa Tampan Yakni Joko Seger. Suatu ketika Si Rara Anteng dipinang oleh seorang bajak yang terkenal sakti mandraguna dan sangat Kuat dan jahat apapun bisa jika bajak ini melakukannya. Rara Anteng Yang Terkenal dengan halus dan Pendiam tidak Lantas menolak pinangan laki laki tersebut Maka ia minta supaya dibuatkan lautan di tengah-tengah gunung. Dengan permintaan yang aneh, dianggapnya pelamar sakti itu tidak akan memenuhi permintaannya. Lautan yang diminta itu harus dibuat dalam waktu satu malam, yaitu diawali saat matahari terbenam hingga selesai ketika matahari terbit. Disanggupinya permintaan Rara Anteng tersebut.

Pelamar sakti tadi memulai mengerjakan lautan dengan alat sebuah tempurung (batok kelapa) sehingga pekerjaan itu hampir selesai. Melihat kenyataan demikian, hati Rara Anteng mulai gelisah. Bagaimana cara menggagalkan lautan yang sedang dikerjakan oleh Bajak itu? Rara Anteng merenungi nasibnya, ia tidak bisa hidup bersuamikan orang yang tidak ia cintai. Kemudian ia berusaha menenangkan dirinya. Tiba-tiba timbul niat untuk menggagalkan pekerjaan Bajak itu.

Rara Anteng mulai menumbuk padi di tengah malam. Pelan-pelan suara tumbukan dan gesekan alu membangunkan ayam-ayam yang sedang tidur. Kokok ayam pun mulai bersahutan, seolah-olah fajar telah tiba, tetapi penduduk belum mulai dengan kegiatan pagi.

Bajak mendengar ayam-ayam berkokok, tetapi benang putih disebelah timur belum juga nampak. Berarti fajar datang sebelum waktunya. Sesudah itu dia merenungi nasib sialnya. Rasa kesal dan marah dicampur emosi, pada akhirnya Tempurung (Batok kelapa) yang dipakai sebagai alat mengeruk pasir itu dilemparkannya dan jatuh tertelungkup di samping Gunung Bromo dan berubah menjadi sebuah gunung yang sampai sekarang dinamakan Gunung Batok.

Dengan kegagalan Bajak itu membuat lautan di tengah-tengah Gunung Bromo, suka citalah hati Rara Anteng. Ia melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, Joko Seger. Kemudian hari, Rara Anteng dan Joko Seger menikah sehingga menjadi pasangan suami istri yang bahagia, karena keduanya saling mengasihi dan mencintai.

Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya “Penguasa Tengger Yang Budiman”. Nama Tengger diambil dari akhir suku kata nama Rara Anteng dan Jaka Seger. Kata Tengger berarti juga Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, simbol perdamaian abadi.

Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai, namun sang penguasa tidaklah merasa bahagia, karena setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumahtangga belum juga dikaruniai keturunan. Kemudian diputuskanlah untuk naik ke puncak gunung Bromo untuk bersemedi dengan penuh kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa agar di karuniai keturunan.

Tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo, Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya, kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orang tua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata tentang Sejarah Gunung Bromo | Legenda Bromo Tengger, pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita sehingga kawah Gunung Bromo menyemburkan api.

Kusuma anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api kemudian masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib: ”Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Syah Hyang Widi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji yang berupa hasil bumi kemudian di persambahkan kepada Hyang Widi asa di kawah Gunung Bromo. sampai sekarang kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.

Begitulah Sejarah Gunung Bromo | Legenda Bromo Tengger semoga cerita ini menjadi budaya yang tak terlupakan, hingga sampai sekarang Gunung Bromo menjadi tempat begitu indah juga menjadi lokasi Wisata Bromo meski di selimuti banyak misteri.

Itulah Cerita Sejarah atau Legenda Gunung Bromo kami Juga menyediakan Paket Wisata Bromo silahkan Kunjungi Tautan berikut (Paket wisata Bromo Murah dan Paket Wisata Bromo Midnight serta Sewa Armada yakni Sewa Jeep Bromo Murah).


Paket Menarik lainnya: